Pelestarian Budaya Melayu Riau melalui Pembelajaran Berbasis Museum: Model Penguatan Literasi Budaya pada Siswa SDN 142 Pekanbaru
DOI:
https://doi.org/10.59431/ajad.v5i3.697Keywords:
Museum-based learning, Cultural literacy, Cultural preservation, Elementary school, Community serviceAbstract
Warisan budaya Melayu Riau merupakan komponen penting identitas nasional Indonesia yang harus diperkenalkan dan dilestarikan lintas generasi. Proyek pengabdian masyarakat ini mengatasi keterbatasan paparan siswa sekolah dasar terhadap warisan budaya lokal dengan memanfaatkan Museum Sang Nila Utama sebagai platform pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk memperkuat pemahaman siswa tentang nilai-nilai budaya Melayu Riau melalui studi banding terstruktur yang memungkinkan pembelajaran eksperiensial di luar kelas. Pendekatan kualitatif digunakan, memanfaatkan tinjauan pustaka dan observasi langsung terhadap aktivitas siswa selama kunjungan. Data dikaji secara deskriptif untuk menangkap pola-pola yang berkaitan dengan literasi budaya siswa dan interaksi mereka dengan koleksi museum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Museum Sang Nila Utama tidak hanya berfungsi sebagai gudang artefak sejarah, tetapi juga sebagai ruang pendidikan yang efektif untuk memperkenalkan sejarah lokal, nilai-nilai tradisional, dan identitas daerah. Selama kunjungan, siswa menunjukkan kemampuan untuk mengenali dan membedakan berbagai kategori benda cagar budaya—seperti geologika, biologika, etnografika, arkeologika, historika, humismatika, ludologi, keramologika, serta alat musik tradisional dan seni rupa—yang secara kolektif mencerminkan kekayaan warisan Melayu Riau. Observasi lebih lanjut menunjukkan bahwa kunjungan studi mendorong keterlibatan aktif, meningkatkan pemahaman kognitif siswa, dan mengasah keterampilan psikomotorik mereka melalui interaksi langsung dengan artefak budaya. Secara keseluruhan, kegiatan keterlibatan masyarakat ini menggarisbawahi peran strategis museum dalam pendidikan budaya dan menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis pengalaman melalui kunjungan studi merupakan pendekatan yang efektif untuk meningkatkan literasi budaya dan melestarikan warisan Melayu Riau bagi generasi mendatang.
Downloads
References
Ayu, N. A. C., & Bela, L. S. (2023). Perubahan pola pikir generasi muda terhadap budaya tradisional Indonesia dalam perspektif global. TANDA: Jurnal Kajian Budaya, Bahasa dan Sastra, 3(3), 26–31. https://doi.org/10.69957/tanda.v3i03.1884
Braun, V., & Clarke, V. (2019). Reflecting on reflexive thematic analysis. Qualitative research in sport, exercise and health, 11(4), 589-597. https://doi.org/10.1080/2159676X.2019.1628806
Bringle, R. G., & Hatcher, J. A. (1995). A service-learning curriculum for faculty. Michigan Journal of Community Service Learning, 2(1), 112–122.
Carpenter, K. (2024). Engagements and opportunities: A review of the scholarly literature on children’s museums, 2016–2021. Journal of Museum Education, 1–28. https://doi.org/10.1080/10598650.2024.2355418
Creswell, J. W., & Poth, C. N. (2016). Qualitative inquiry and research design: Choosing among five approaches (4th ed.). Sage Publications.
Denzin, N. K. (2017). The research act: A theoretical introduction to sociological methods. Routledge.
Gómez-Hurtado, I., García-Rodríguez, M. P., Falcón, I. G., & Llamas, J. M. C. (2020). Adaptación de las metodologías activas en la educación universitaria en tiempos de pandemia. Revista Internacional de Educación para la Justicia Social, 9(3), 415–433. https://doi.org/10.15366/riejs2020.9.3.022
Handoko, I., & Nugroho, A. (2024). The adoption of virtual technology in museums: The case of a modern and contemporary museum in Indonesia. Museum Management and Curatorship, 39(1), 106–126. https://doi.org/10.1080/09647775.2023.2225167
Hansson, P., & Öhman, J. (2022). Museum education and sustainable development: A public pedagogy. European Educational Research Journal, 21(3), 469–483. https://doi.org/10.1177/14749041211056443
Head, B. W. (2007). Community engagement: Participation on whose terms? Australian Journal of Political Science, 42(3), 441–454. https://doi.org/10.1080/10361140701513570
Kolb, D. A. (2014). Experiential learning: Experience as the source of learning and development (2nd ed.). FT Press.
Moorhouse, N., tom Dieck, M. C., & Jung, T. (2019). An experiential view to children learning in museums with augmented reality. Museum Management and Curatorship, 34(4), 402–418. https://doi.org/10.1080/09647775.2019.1578991
Nowell, L. S., Norris, J. M., White, D. E., & Moules, N. J. (2017). Thematic analysis: Striving to meet the trustworthiness criteria. International Journal of Qualitative Methods, 16(1), 1609406917733847. https://doi.org/10.1177/1609406917733847
Nukman, M., Mariana, N., & Subrata, H. (2023). Upaya pemertahanan budaya lokal dalam pembelajaran bahasa asing pada perspektif glokalisasi. Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran, 7(1), 276–283.
Palinkas, L. A., Horwitz, S. M., Green, C. A., Wisdom, J. P., Duan, N., & Hoagwood, K. (2015). Purposeful sampling for qualitative data collection and analysis in mixed method implementation research. Administration and Policy in Mental Health and Mental Health Services Research, 42(5), 533–544. https://doi.org/10.1007/s10488-013-0528-y
Patton, M. Q. (2015). Qualitative research & evaluation methods: Integrating theory and practice (4th ed.). Sage Publications.
Putnam, R. D. (2000). Bowling alone: The collapse and revival of American community. Simon & Schuster.
Putri, A. K., Rahmadani, H. N., Srinandini, S., Damayanti, N. R. S., Rahmah, F. R., Ananda, D. A., Ginting, R., Armazumi, R., & Hudi, I. (2025). Menanamkan nilai kearifan lokal dengan memperkenalkan Museum Sang Nila Utama kepada siswa SMPN 34 Pekanbaru. JIMU: Jurnal Ilmiah Multidisipliner, 3(3), 1829–1837. https://doi.org/10.70294/jimu.v3i03.958
Salsabila, A. A., Cahyani, K., Rustini, T., & Wahyuningsih, Y. (2023). Pengaruh penggunaan TikTok terhadap peningkatan hasil belajar keragaman budaya Indonesia. Jurnal Pendidikan dan Konseling, 5(1), 3415–3421.
Samongilailai, H. N., & Utomo, A. B. (2024). Strategi melestarikan budaya Indonesia di era modern. Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora, 2(4), 157–168. https://doi.org/10.62383/wissen.v2i4.376
Tracy, S. J. (2024). Qualitative research methods: Collecting evidence, crafting analysis, communicating impact (2nd ed.). John Wiley & Sons.
Wirawan, Z. (2022). Kearifan lokal sebagai solusi peningkatan spirit kerja sama peserta didik. Jurnal Madako Education, 8(2), 1–17.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Hafzana Bedasari, Rifki Amanda, Halda Mirsyanda, Tria Luthfiani, Deby Sinthya Sari, Annisa Mustika Harum, Sashi Mutiara Erwinda, Talitha Nabila, Ihsan Riyansyah Putra, Ryzka Aininnawa, Desi Desi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.