Pemberdayaan Kelompok Nelayan Pengolah Udang melalui Implementasi Integrated Fishfolk Training pada Sektor Penguatan Usaha, Sosialisasi NIB dan SPP-IRT, serta Pelatihan Keuangan di Desa Pidodo Kulon

Authors

  • Aji Yoga Permana Putra Universitas Negeri Semarang
  • Dina Novia Wulandari Universitas Negeri Semarang
  • Satsya Yoga Baswara Universitas Negeri Semarang
  • Dea Sandra Isabella Universitas Negeri Semarang
  • Raisya Nabila Universitas Negeri Semarang

DOI:

https://doi.org/10.59431/ajad.v5i3.655

Keywords:

Coastal Empowerment

Abstract

The Integrated Fishfolk Training program was conducted in Pidodo Kulon Village, Patebon District, Kendal Regency, which aimed at improving managerial capacity and business legality of the Shrimp Processing Fisherfolk Group. Twenty-two participants aged between 25 and 60 years took part in an intensive one-day training on August 11, 2025. The IFT approach combined financial literacy, inventory management, and business legality assistance through the Online Single Submission system (OSS). Evaluation used a scoring scale of 0–100 by pre-test and post-test assessments to measure the improvement of participants’ knowledge. Results showed that there was a significant increase in financial literacy scores from 53.64 to 75.45, and understanding business legality from 51.82 to 73.63. Also, this group got one Business Identification Number and five Home Industry Food Production Certificates for its main products: shrimp paste, shrimp chili sauce, shrimp floss, shrimp stock, and shrimp crackers. The major challenges were low digital literacy and cultural resistance toward new management methods which were well addressed by participatory approaches as well as hands-on practice respecting local wisdom. In general terms, the IFT program was effective in transforming the fisherfolk group from a traditional enterprise into a formalized micro-business unit that operates more professionally, efficiently, and sustainably.

Downloads

Download data is not yet available.

Author Biographies

  • Aji Yoga Permana Putra, Universitas Negeri Semarang

    Program Studi Pendidikan Ekonomi Koperasi, Fakultas Ekonomika dan Bisnis, Universitas Negeri Semarang, Kota Semarang, Provinsi Jawa Tengah, Indonesia.

  • Dina Novia Wulandari , Universitas Negeri Semarang

    Program Studi Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomika dan Bisnis, Universitas Negeri Semarang, Kota Semarang, Provinsi Jawa Tengah, Indonesia.

  • Satsya Yoga Baswara, Universitas Negeri Semarang

    Fakultas Ekonomika dan Bisnis, Universitas Negeri Semarang, Kota Semarang, Provinsi Jawa Tengah, Indonesia.

  • Dea Sandra Isabella , Universitas Negeri Semarang

    Program Studi Akuntansi, Fakultas Ekonomika dan Bisnis, Universitas Negeri Semarang, Kota Semarang, Provinsi Jawa Tengah, Indonesia.

  • Raisya Nabila, Universitas Negeri Semarang

    Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomika dan Bisnis, Universitas Negeri Semarang, Kota Semarang, Provinsi Jawa Tengah, Indonesia

References

Alodokter. (2024). Rebon, si mungil yang kaya manfaat. https://www.alodokter.com/rebon-si-mungil-yang-kaya-manfaat

Ariyani, D., Suryani, N., & Mulyani, S. (2022). Pemberdayaan perempuan pesisir melalui pengolahan hasil laut untuk meningkatkan ekonomi keluarga nelayan di Indonesia. Jurnal Pengabdian Masyarakat Maritim, 5(1), 45–56.

Aswara, S. Y., & Widhiastuti, R. (2023). Pelatihan kewirausahaan dan penguatan manajemen usaha untuk pemberdayaan ekonomi nelayan. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 9(3), 234–251. https://doi.org/10.51878/jpkm.v9i3.2847

Badan POM. (2021). Pedoman higiene dan sanitasi pangan industri rumah tangga. BPOM RI.

Badan Standardisasi Nasional. (2023). Pentingnya standar terkait keamanan pangan untuk panduan kesiapsiagaan kondisi tidak terduga. https://www.bsn.go.id/main/berita/detail/19353/pentingnya-standar-terkait-keamanan-pangan-untuk-panduan-kesiapsiagaan-kondisi-tidak-terduga

Badan Pusat Statistik. (2022). Luas Kecamatan Patebon menurut desa tahun 2022. BPS Kabupaten Kendal.

Badan Pusat Statistik. (2023). Penduduk Kecamatan Patebon (Jiwa) 2023. BPS Kabupaten Kendal.

Badiola, A. (2021). Financial literacy and inclusion among small-scale fishers in Southeast Asia. Asian Fisheries Science, 34(3), 210–222.

Bappenas. (2021). Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020–2024. Bappenas.

Baswara, S. Y., & Widhiastuti, R. (2023). Peningkatan skill pengelolaan coffee shop sederhana bagi santri Pondok Pesantren Al Asror Kota Semarang. Jurnal Pengabdian Nasional (JPN) Indonesia, 4(3), 681–687. https://doi.org/10.35870/jpni.v4i3.461

Center for Financial Inclusion (CFI) & Rare. (2025). Financial resilience in coastal communities: Inclusive solutions for small-scale fishers.

Chambers, R. (1997). Whose reality counts? Putting the first last. Intermediate Technology Publications.

Chambers, R. (2017). Participatory rural appraisal: Revisiting the roots and reflecting on the future. World Development, 91, 158–167.

Diskop UKM Jambi. (2023). Sertifikat Produksi Pangan Industri Rumah Tangga (SPP-IRT). Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jambi.

Dwiyanto, A. (2019). Peningkatan literasi digital pelaku UMKM melalui pendekatan visual dan praktik langsung. Jurnal Pengabdian Masyarakat, 5(2), 112–120.

Esensi.TV. (2024). Jangan diremehkan, berikut kandungan dan sederet manfaat udang rebon untuk kesehatan. https://www.esensi.tv/humaniora/104862320/jangan-diremehkan-berikut-kandungan-dan-sederet-manfaat-udang-rebon-untuk-kesehatan

FAO. (2019). Securing sustainable small-scale fisheries: Implementing the FAO voluntary guidelines. Food and Agriculture Organization of the United Nations.

FAO. (2020). The state of world fisheries and aquaculture 2020: Sustainability in action. Food and Agriculture Organization of the United Nations.

FAO. (2021). Empowering coastal women through fish processing and marketing: A case study in Southeast Asia. Food and Agriculture Organization.

Fitriani, A., & Syafitri, R. (2024). Peran perempuan nelayan dalam pengelolaan hasil laut rumah tangga pesisir di Jawa Tengah. Jurnal Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan, 19(2), 133–148.

Harjito, D. A., & Martono, M. (2010). Manajemen keuangan. Ekonisia.

Hasmi, H., & Jufri, M. (2023). Legalitas usaha sebagai determinan daya saing UMKM pangan. Jurnal Abdimas Mandiri, 7(1), 45–56.

Hasmi, H., & Jufri, N. A. (2023). Penyusunan laporan keuangan UMKM berdasarkan SAK EMKM sebagai determinan akses pasar modern. Jurnal Ekonomi dan Bisnis Indonesia, 12(1), 78–95.

IDN Medis. (2024). Udang rebon: Manfaat, gizi, dan efek sampingnya. https://idnmedis.com/udang-rebon

Ife, J., & Tesoriero, F. (2006). Community development: Community-based alternatives in an age of globalisation. Pearson Education.

Jurnal Abdimas Mandiri. (2023). Literasi keuangan pelaku UMKM Kota Palembang. Jurnal Abdimas Mandiri, 4(1), 55–64. https://ejournal.uigm.ac.id/index.php/PGM/article/view/1258

Jurnal Abdimas PHB. (2024). Pelatihan pencatatan keuangan sederhana bagi UMKM. Jurnal Abdimas PHB, 5(2), 77–86.

Kasmir. (2016). Analisis laporan keuangan. RajaGrafindo Persada.

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). (2023). Laporan tahunan pemberdayaan ekonomi pesisir berbasis potensi lokal. Direktorat Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan.

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). (2024). Tingkatkan ekonomi rakyat, KKP dorong produksi terasi udang rebon Sumbawa. https://kkp.go.id/news/news-detail/tingkatkan-ekonomi-rakyat-kkp-dorong-produksi-terasi-udang-sumbawa65c30bd72c81a.html

Khairul Amri. (2021). Kepemimpinan lokal dan pendekatan partisipatif dalam pemberdayaan masyarakat pesisir. Jurnal Pembangunan Wilayah, 8(4), 312–328.

Kolb, D. A. (1984). Experiential learning: Experience as the source of learning and development. Prentice Hall. https://www.worldcat.org/oclc/10099657

Liputan6. (2024). Ciri-ciri udang rebon, pahami juga manfaatnya bagi kesehatan. https://www.liputan6.com/feeds/read/5813355/ciri-ciri-udang-rebon-pahami-juga-manfaatnya-bagi-kesehatan

Lusardi, A., & Mitchell, O. S. (2014). The economic importance of financial literacy: Theory and evidence. Journal of Economic Literature, 52(1), 5–44.

Lantara, I. W. (2019). Financial literacy and small business performance: Evidence from Indonesia. International Journal of Business and Society, 20(1), 19–32.

Mathie, A., & Cunningham, G. (2003). From clients to citizens: Asset-based community development as a strategy for community-driven development. Development in Practice, 13(5), 474–486.

Melek Perikanan. (2020). Udang rebon atau terasi shrimp: Klasifikasi, morfologi, habitat. https://www.melekperikanan.com/2020/01/udang-rebon.html

Nurhasanah, N. (2021). Literasi keuangan dan keberlanjutan usaha mikro kecil menengah. Jurnal Ekonomi dan Bisnis, 24(3), 233–244.

Nurhasanah, N. (2021). Pemisahan keuangan usaha dan pribadi sebagai indikator keberhasilan UMKM: Studi pada pelaku usaha kuliner di Kota Bandung. Jurnal Keuangan dan Bisnis Syariah, 7(2), 156–174.* https://journal.ipi.ac.id/index.php/jkbs

Otoritas Jasa Keuangan (OJK). (2025). Survei nasional literasi dan inklusi keuangan (SNLIK) 2025.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK). (2025). OJK Riau tingkatkan literasi keuangan ratusan pelaku UMKM di Dumai. https://sumatra.bisnis.com/read/20250715/534/1893410/ojk-riau-tingkatkan-literasi-keuangan-ratusan-pelaku-umkm-di-dumai

Pomeroy, R. (2020). Community-based fisheries management and financial inclusion in developing countries. Marine Policy, 122, 104–132.

Potrich, A. C. G., Vieira, K. M., & Kirch, G. (2016). Determinants of financial literacy: Analysis of socioeconomic and demographic variables. Revista Contabilidade & Finanças, 27(72), 362–377.

Pretty, J. (2018). Sustainable intensification of agriculture: Integrating ecological and social dimensions. Current Opinion in Environmental Sustainability, 31, 56–62.

ProLegal. (2023). Proses pengurusan izin edar produk pangan rumah tangga. https://prolegal.co.id/izin-pirt

Putra, R. (2025). Potensi pengolahan udang rebon di Kendal sebagai pangan lokal. Jurnal Perikanan Indonesia, 12(1), 55–64.

Riccardi, M. T., et al. (2023). Community-based participatory research to engage disadvantaged communities: Levels of engagement reached and how to increase it. Health Policy, 137, 104905. https://doi.org/10.1016/j.healthpol.2023.104905

Sarwono, J. (2018). Analisis literasi keuangan UMKM di Indonesia dan dampaknya terhadap pengelolaan usaha. Jurnal Ekonomi dan Bisnis Indonesia, 33(3), 245–260.

Scoones, I. (2022). Livelihoods perspectives and rural development. Oxford University Press.

Syamsul, A. (2023). Literasi keuangan UMKM: Ditinjau dari aspek pengetahuan keuangan, lembaga keuangan, dan teknologi keuangan. Jurnal Ilmiah Akuntansi dan Bisnis, 8(1), 33–41. https://jurnal.umsu.ac.id/index.php/LIAB/article/view/15377

Widiyanto, W., Hermawan, A., Pranoto, Y. A., & Sudaryat, Y. (2022). Efektivitas pelatihan berbasis keterampilan praktis terhadap perubahan perilaku usaha kecil. Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia, 3(2), 89–107.

Widiyanto, W., Purwanto, P., & Susetyawan, S. (2022). Efektivitas pelatihan berbasis keterampilan praktis terhadap peningkatan minat wirausaha dan kemampuan manajerial peserta. Community: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 3(2), 74–82. https://doi.org/10.51878/community.v3i2.2727

Yazid, M. (2023). Financial literacy and digital inclusion for coastal MSMEs: Evidence from Central Java. Jurnal Keuangan dan Perbankan, 27(1), 77–91.

Downloads

Published

2025-12-01

How to Cite

Putra, A. Y. P., Wulandari, D. N., Baswara, S. Y., Isabella, D. S. ., & Nabila, R. (2025). Pemberdayaan Kelompok Nelayan Pengolah Udang melalui Implementasi Integrated Fishfolk Training pada Sektor Penguatan Usaha, Sosialisasi NIB dan SPP-IRT, serta Pelatihan Keuangan di Desa Pidodo Kulon. AJAD : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 5(3), 536-547. https://doi.org/10.59431/ajad.v5i3.655

Similar Articles

1-10 of 64

You may also start an advanced similarity search for this article.